News Update

Friday, May 17, 2013

Modul Tongue Tie



MODUL TONGUE TIE
Kode Modul : MBA 002
A.  Definisi
Tongue tie atau ankyloglossia adalah kelainan congenital yang terjadi pada frenulum lingual berupa suatu perkembangan abnormal frenulum lingual sehingga membatasi ekstensi ujung lidah melewati gigi insisivus mandibula. Kelainan ini harus dikoreksi karena pada neonatus akan menyebabkan gangguan saat menyusu (sucking) dan minum (feeding). Pada anak-anak yang lebih besar kelainan ini akan menyebabkan gangguan bicara (articulation). 
B.   Waktu
1.        Tingkat pengayaan pada  semester 1.
2.        Kegiatan magang diprogram pada semester 2 dan 3.
3.        Kegiatan mandiri dimulai dari awal semester 4 hingga akhir pendidikan .


Jenis  Penyakit

ICD 10

Tahap I

Tahap II    

Jumlah kasus minimum
PBD
3bl 
Sem 1
Sem 2
Sem 3
Sem
4
Sem 5
Sem 6
Sem
7
Sem 8
Sem 9

G

M

Tongue Tie

Q38.1

K6

K6

P2A3

P2A3

P5A5

P5A5

P5A5

P5.A5

P5.A5


P5.A5

2

2

Kompetensi yang harus dikuasai dalam setiap tahap ditandai dengan warna. Warna merah adalah tingkat pengayaan dan pengusaan materi (K6), warna kuning adalah tingkat magang dan pengusaan psikomotor, attitude (P2,A3); sedangkan warna hijau adalah tingat mandiri dan penguasaan psikomotor dan attitude (P5,A5).  G : Kegiatan magang    M : Operasi mandiri
                                                                                                  
C.  Tujuan
1.    Tujuan Umum
Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik memahami dan mengerti tentang embriologi, anatomi dan topografi daerah lidah, patogenesis tongue tie, mampu menegakkan diagnosis, melakukan persiapan pra operatif, melakukan  tindakan operasi tongue tie, serta perawatan pasca operasi.
2.    Tujuan Khusus
Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk:      
1.      Mampu menjelaskan embriologi, anatomi dan topografi lidah
2.      Mampu menjelaskan patologi dan patogenesis tongue tie  
3.      Mampu menjelaskan dan menegakkan diagnosis tongue tie
4.      Mampu menjelaskan dan melakukan tindakan operasi pada tongue tie
5.      Mampu melakukan perawatan perioperatif dan mengatasi komplikasinya 






D.  Strategi dan Metoda Pembelajaran
  1. Pengajaran dan kuliah pengantar
  50 menit
  2. Tinjauan Pustaka
Presentasi teori dasar
Presentasi kasus hernia inguinoskrotalis
   
  1 kali, telaah kepustakaan
  1 kali
  3. Diskusi Kelompok
  2 x 50 menit, diskusi kasus menyangkut diagnosa, operasi, komplikasi operasi, dsb.
  4. Bed side teaching
  2 x ronde
  5. Bimbingan Operasi
Operasi magang
Operasi mandiri
   
  minimal 2 kasus
  minimal 2 kasus

E.   Kompetensi
  Jenis Kompetensi
  Tingkat
  Kompetensi
  a
Mampu menjelaskan embriologi, anatomi dan topografi lidah
  K6
   
   
  b
Mampu menjelaskan patologi dan patogenesis tongue tie
  K6
   
   
  c
Mampu membuat diagnosis tongue tie
  K6
   

  d
Mampu menjelaskan dan melakukan tindakan operasi pada tongue tie
  K6
  P5
  A5
  e
Mampu melakukan perawatan perioperatif dan mengatasi komplikasinya
  K6
  P5
  A5


F.   Persiapan Sesi
(1) Materi kuliah pengantar berupa kisi-kisi materi yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi, mencakup
a.             Embriologi, anatomi dan topografi lidah
b.            Patologi dan patogenesis tongue tie  
c.             Diagnosis tongue tie
d.            Perawatan perioperatif dan mengatasi komplikasinya   
(2) Presentasi teknik operasi
(3) Peralatan penunjang untuk materi (audio-visual)

G.  Referensi
1.     Grosfeld JL, O’Neill JA, Fonkalsrud EW, Coran AG. Otolaryngologic Disorders, dalam Pediatric Surgery. 6th ed. 2006. pg 825.
2.     Ashcraft, Holcomb KW, Murphy GW, Patrick J. Head and neck, dalam Pediatric Sugery. 4th ed. 2005. pg 697-706
3.     P. Puri, M. Holwarth. Pediatric Surgery. 2006. pg 139-152
H.  Gambaran Umum
       Tongue tie atau ankyloglossia adalah kelainan congenital yang terjadi pada frenulum lingual berupa suatu perkembangan abnormal frenulum lingual sehingga membatasi ekstensi ujung lidah melewati gigi insisivus mandibula. Kelainan ini harus dikoreksi karena pada neonatus akan menyebabkan gangguan saat menyusu (sucking) dan minum (feeding). Pada anak-anak yang lebih besar kelainan ini akan menyebabkan gangguan bicara (articulation).
Anamnesis dan pemeriksaan fisik; Bayi mengalami kesulitan saat menyusu, anak mengalami kesukaran dalam bicara, kata-kata yang diucapkan tidak jelas, penderita tidak dapat menjulurkan lidahnya keluar dari mulut, ujung lidah hanya biasa dijulurkan sampai pada deretan gigi insisivus mandibula, gerakan lidah ke arah lateral dan superior sangat terbatas karena tertahan oleh frenulum lingual yang hampir mencapai ujung lidah.
Pengelolaan; Pada neonatus dan bayi usia dini karena frenulum lingualnya tipis dan relative avaskular, maka dapat dilakukan insisi sesuai office procedure dengan anestesi lokal.Pada anak-anak yang lebih besar, frenulum lingualnya lebih tebal dan banyak vaskularisasi maka dapat dilakukan pemisahan sederhana dengan atau tanpa Z-plasty repair dalam anestesia umum.
I.     Contoh Kasus
Seorang bayi laki-laki, usia 5 hari, datang dengan keluhan rewel dan sukar menyusu. Pada bagian bawah lidah terdapat selaput tipis yang hampir mencapai ujung lidah sehingga membatasi pergerakan lidah.
Pertanyaan:
1.      Apa kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
2.      Kapan sebaiknya dilakukan tindakan operasi?
J.    Rangkuman
       Tongue tie atau ankyloglossia adalah kelainan congenital yang terjadi pada frenulum lingual berupa suatu perkembangan abnormal frenulum lingual sehingga membatasi ekstensi ujung lidah melewati gigi insisivus mandibula. Kelainan ini harus dikoreksi karena pada neonatus akan menyebabkan gangguan saat menyusu (sucking) dan minum (feeding). Pada anak-anak yang lebih besar kelainan ini akan menyebabkan gangguan bicara (articulation).
Anamnesis dan pemeriksaan fisik; Bayi mengalami kesulitan saat menyusu, anak mengalami kesukaran dalam bicara, kata-kata yang diucapkan tidak jelas, penderita tidak dapat menjulurkan lidahnya keluar dari mulut, ujung lidah hanya biasa dijulurkan sampai pada deretan gigi insisivus mandibula, gerakan lidah ke arah lateral dan superior sangat terbatas karena tertahan oleh frenulum lingual yang hampir mencapai ujung lidah.
Pengelolaan; Pada neonatus dan bayi usia dini karena frenulum lingualnya tipis dan relative avaskular, maka dapat dilakukan insisi sesuai office procedure dengan anestesi lokal.Pada anak-anak yang lebih besar, frenulum lingualnya lebih tebal dan banyak vaskularisasi maka dapat dilakukan pemisahan sederhana dengan atau tanpa Z-plasty repair dalam anestesia umum.
K.  Evaluasi
Tujuan Pembelajaran
Metode Penilaian
Mampu menjelaskan embriologi, anatomi dan topografi tongue tie
Ujian lisan dan tulis
Mampu menjelaskan patologi dan patogenesis tongue tie
Ujian lisan dan tulis
Mampu membuat diagnosis tongue tie
Ujian lisan dan tulis
Mampu menjelaskan dan melakukan tindakan operasi pada tongue tie
Pengamatan, penilaian kompetensi, diskusi, dan penilaian buku log
Mampu melakukan perawatan perioperatif dan mengatasi komplikasinya
Pengamatan, penilaian kompetensi, diskusi, dan penilaian buku log
L.   Instrumen Penilaian
a.         Ujian Pretest
Ujian ini dilaksanakan pada awal stase dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada pengetahuan esensial yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tindakan atau prosedur yang diperlukan dan berperilaku sesuai dengan baku penatalaksanaan operasi. 

b.         Ujian Post test
Ujian ini dilakukan pada akhir stase sebelum peserta didik pindah ke sub bagian lain.  Materi ujian merupakan pengembangan dari ujian pretest dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.  Hasilnya dibandingkan dengan hasil pretest untuk melihat kemampuan daya tangkap peserta didik terhadap materi modul yang diajarkan dalam waktu 3 bulan ini.   Setelah ujian post test, dilakukan diskusi antara pengajar dan peserta didik, untuk membahas hasil ujian dan berdiskusi lebih lanjut tentang kekurangan dari peserta didik dari hasil ujian tulis.

c.         Buku Log
Buku log merupakan buku yang mencatat semua aktivitas dari peserta didik, untuk menilai secara objektif kompetensi yang didapat dari peserta didik.  Buku log berisi daftar kasus yang diamati, sebagai asisten ataupun yang dilakukan secara mandiri yang telah ditandatangai oleh pembimbing. Masalah yang dijumpai pada kasus yang ada juga dicatat dalam buku log. Selain itu buku log juga berisi kegiatan ilmiah yang dilakukan selama pendidikan.

M. Materi Baku
1.    Menegakkan diagnosis
·         Anamnesis: Bayi mengalami kesulitan saat menyusu, anak mengalami kesukaran dalam bicara, kata-kata yang diucapkan tidak jelas.
·         Pemeriksaan fisik; Penderita tidak dapat menjulurkan lidahnya keluar dari mulut, ujung lidah hanya biasa dijulurkan sampai pada deretan gigi insisivus mandibula.
Gerakan lidah ke arah lateral dan superior sangat terbatas karena tertahan oleh frenulum lingual yang hampir mencapai ujung lidah.

2.    Pengelolaan Penderita :
a.     Persiapan operasi
1.      Inform Consent
2.      Puasa dilakukan 6 jam sebelum pembedahaan
3.      Pasang infus, beri cairan standard (NaCl, RL) dengan tetesan sesuai kebutuhan.
4.      Antibiotik prabedah diberikan secara rutin.
b.    Tehnik Operasi
Penderita dalam posisi supine dan dilakukan anestesi umum. Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada lapangan operasi. Lapangan operasi ditutup dengan doek steril. Dilakukan eksisi untuk memisahkan frenulum dari bagian anterior lidah. Dilakukan penjahitan interrupted dengan benang absorbable untuk menghentikan perdarahan.
3.    Pasca bedah
Komplikasi operasi : Perdarahan & infeksi luka operasi.
N.  Algoritme




O.  PENUNTUN BELAJAR DAN DAFTAR TILIK
PENUNTUN  BELAJAR
Nilailah kinerja setiap langkah yang diamati menggunakan skala sebagai berikut.:
  1. Perlu perbaikan: langkah tidak dikerjakan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya atau urutannya tidak sesuai (jika harus berurutan)
  2. Mampu: langkah dikerjakan sesuai dengan yang seharusnya dan urutannya (jika harus berurutan). Pelatih hanya membimbing untuk sedikit perbaikan atau membantu untuk kondisi di luar normal
3.      Mahir: langkah dikerjakan dengan benar, sesuai urutannya dan waktu kerja yang sangat efisien
T/D      Langkah tidak diamati (penilai menganggap langkah tertentu tidak perlu diperagakan)                                 
PROSEDUR OPERASI EKSISI FRENULUM LINGUAL

KEGIATAN
I.                    Memahami data-data preoperasi yang diperlukan
a.       Memahami keluhan dan gejala pasien
b.      Memahami pemeriksaan fisik tongue tie
II.                Melakukan tindakan Eksisi Frenulum Lingual
a.       Penderita dalam posisi supine
b.      Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada lapangan operasi.
c.       Lapangan operasi ditutup dengan doek steril.
d.      Dilakukan eksisi untuk memisahkan frenulum dari bagian anterior lidah.
e.       Dilakukan penjahitan interrupted dengan benang absorbable untuk menghentikan perdarahan.
III.             Penyelesaian
a.        Memberitahukan dan menjelaskan keadaan pasien kepada keluarganya
b.      Membuat laporan operasi
















DAFTAR TILIK PENILAIAN KINERJA
PROSEDUR OPERASI EKSISI FRENULUM LINGUAL
(diisi oleh pengajar)

Berikan penilaian tentang kinerja psikomotorik atau keterampilan yang diperagakan oleh peserta pada saat melaksanakan statu kegiatan atau prosedur, dengan ketentuan seperti yang diuraikan dibawah ini:
ü:     Memuaskan: Langkah atau kegiatan diperagakan sesuai dengan prosedur atau panduan standar
Ï:    Tidak memuaskan: Langkah atau kegiatan tidak dapat ditampilkan sesuai dengan prosedur atau panduan standar
T/T: Tidak Ditampilkan: Langkah, kegiatan atau keterampilan tidak diperagakan oleh peserta selama proses evaluasi oleh pelatih
PESERTA :                                                                 TANGGAL :
                        KEGIATAN
NILAI
I.                    PENDAHULUAN
1.      Memberikan penjelasan dan ijin tindakan



2.      Menetapkan indikasi operasi



3.      Memahami data data preoperasi seperti klinis dan pemeriksaan fisik



II.                 TEHNIK TINDAKAN EKSISI FRENULUM LINGUAL



4.      Melakukan tindakan aseptik dan antiseptik



5.      Lapangan operasi ditutup dengan doek steril.



6.      Dilakukan eksisi untuk memisahkan frenulum dari bagian anterior lidah.



7.      Dilakukan penjahitan interrupted dengan benang absorbable untuk menghentikan perdarahan.



III.              PENYELESAIAN



8.      Memberitahukan dan menjelaskan keadaanpasien kepada keluarganya



9.      Membuat laporan operasi



Komentar/Ringkasan:

Rekomendasi:



Tanda tangan Pelatih _______________________________Tanggal _______________

P.   Kata Kunci : Tongue tie, Eksisi Frenulum Lingual



1 comments:

retnobanarti.blogspot.com said...

hallo, mohon info rekomendasi dokter untuk mendiagnosa dan insisi tongue tie anak sy (usia 3,5th)? trims.

Post a Comment