News Update

Friday, April 19, 2013

Gastroshcisis





           GASTROSCHISIS
                KODE MODUL : MBA 010

Gastroschisis : kegagalan penutupan dinding perut dg defek di sebelah kanan umbilikal cord (95% kasus) disertai dgn herniasi organ visceral. Defek terjadi akibat disolusi v.umbilicalis dextra yg lebih cepat dibandingkan waktu organogenesis sehingga menyebabkan daerah yang lemah pada mesenkim sehingga mudah rupture dan organ intraabdomen dapat prolaps keluar. Berbeda dengan omfalokel, gastroschisis umumnya tidak berhubungan dengan kelainan kongenital lain.
Saat di dalam kandungan, usus yang keluar dari rongga abdomen kontak dengan cairan amnion menyebabkan terjadi penebalan , pemendekan dan berkembangnya jaringan peel fibrosa yang tebal. Selain itu eviserasi usus menyebabkan malrotasi. Konstriksi pada dasar usus yg mengalami herniasi menyebabkan stenosis, atresia dan volvulus.
Riwayat polihidramnion intra uterin, riwayat persalinan premature, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BB<2.500 gr) selain keluhan usus yang berada di luar perut. Dari pemeriksaan ditemukan defek pada dinding abdomen di sebelah kanan umbilicus, eviserasi organ intraabdomen, hipotermi dan dehidrasi.
Diagnosis umumnya dapat ditegakkan tanpa pemeriksaan penunjang lain, USG dapat mendeteksi gastroschisis intrauterine.
Pengelolaan: Primary Abdominal closure, Delayed Abdominal closure (Silo)

Kasus : Seorang bayi, L, usia 2 jam, datang dgn keluhan tidak ada dinding perut pada daerah pusar dan organ dalam perut terpapar udara luar.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan defek pada dinding perut disamping umbilikal dan organ intra abdomen terpapar udara luar.
Pertanyaan:
ü  Apa kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
ü  Kapan sebaiknya dilakukan tindakan operasi?

Materi Baku
Menegakkan diagnosis
a.     Anamnesa : tampak usus keluar dari rongga perut, riwayat polihidramnion intra uterin,riwayat persalinan premature, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BB<2.500 gr)
b.     Pemeriksaan fisik: defek pada dinding perut sebelah kanan umbilicus, organ intra abdomen terpapar udara luar, hipotermia, tanda- tanda dehidrasi.
c.     Pemeriksaan penunjang:USG intra uterin

Persiapan Pasien
1.     Inform Consent
2.     Puasa dilakukan 4 jam sebelum pembedahaan, pemasangan NGT dekompresi
3.     Pasang infus, beri cairan standard N4dengan tetesan sesuai kebutuhan.
4.     Antibiotik prabedah diberikan secara rutin.

Tehnik Operasi
Primary Abdominal closure
Posisi supine, GA, Dilakukan a/antiseptik,  ditutup dengan doek steril.
Dilakukan sayatan pada linea mediana kearah atas (proc.xyphoideus) mulai dari batas defek kemudian ke arah bawah mulai dari batas defek s/d simphisis pubis.
Dilakukan dekompresi kea rah proksimal dengan melakukan suctioning NGT dan ke arah distal dengan melakukan washout/ milking s/d anus.
Dilakukan forcefull stretching pada rongga abdomen. Organ yang terletak ekstra abdomen dikembalikan lagi ke rongga abdomen.
Dilakukan penutupan rongga abdomen dengan menjahit kulit secara simple.
Bila terjadi tension atau dianggap dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan itra abdomen maka dilakukan undermining kulit dengan batas fascia atau bahkan dilakukan counter incision.


Closure with Silo
Penderita dalam posisi supine. Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada lapangan operasi. Lapangan operasi ditutup dengan doek steril. Dilakukan pemasangan silo dg memasukkan ring ke dalam rongga abdomen dan usus ke dalam silo.

Pasca bedah
Komplikasi: perdarahan, ILO, cedera organ intra abdomen

0 comments:

Post a Comment